33x MENGUNYAH

Sewaktu masih kecil, sebagian dari kita mungkin pernah makan dengan terburu-buru kemudian ayah atau Ibu kita mengingatkan agar kita makan tidak tergesa-gesa. Sebagian dari kita juga mungkin sudah ngeh, apa yang telah diingatkan orang tua kita tersebut pernah diingatkan juga oleh Rosululloh SAW 14 abad lalu.

Tafsiran terhadap sunnah Rasul ini beragam. Sebagian mengatakan bahwa yang dimaksud dengan tidak tergesa-gesa tersebut adalah mengunyah sebanyak 32 kali, dan sebagian lain mengatakan 33 bahkan 40 kali. Walaupun tafsirannya beragam, namun esensinya sama: makan secara perlahan dan tidak tergesa-gesa.

Kita tentu meyakini, dibalik semua sunnah Rosul SAW pasti mengandung maslahat. Dalam hal ini, makan secara perlahan mestilah memiliki peran untuk membangun kemaslahatan bagi tubuh kita.

Menurut analisis dr. Mercola, ada sejumlah alasan dari kebiasaan mengunyah secara perlahan:

  1. Setelah kita memilih sesuatu untuk dimakan, mulut kita mulai bekerja, menggunakan lidah dan gigi untuk mengubah potongan-potongan besar menjadi potongan kecil (pengunyahan), dan kemudian menggunakan enzim dari kelenjar ludah untuk mengurai molekul-molekul kimia makanan sampai pada ukuran yang dapat diserap tubuh. Inilah sebabnya mengapa ahli gizi selalu menyarankan kita untuk makan secara perlahan, dan mengunyah makanan secara menyeluruh.
  2. Mengunyah makanan lebih lama akan segera membantu tubuh kita mengontrol dan menyesuaikan ukuran porsi makan kita, yang secara alami menurunkan konsumsi kalori.
  3. Manfaat lain dari mengunyah secara perlahan adalah bahwa makanan dicerna lebih baik. Mayoritas enzim pencernaan kita benar-benar terdapat di dalam mulut, bukan di perut. Karena itu, mengunyah makanan secara perlahan memungkinkan makanan dipecah lebih sempurna.
  4. Mengunyah secara perlahan juga merupakan ide yang baik untuk menelan makanan yang hangat atau dingin. Makanan dan cairan terbaik yang diserap ke dalam tubuh kita adalah  yang sesuai dengan suhu tubuh kita. Mengunyah secara perlahan bermanfaat untuk membiarkan makanan hangat menjadi dingin di mulut kita dan membiarkan makanan dingin menjadi hangat di mulut kita. Ini adalah salah satu bentuk dukungan untuk proses pencernaan selanjutnya.
  5. Kita juga akan menemukan bahwa kita benar-benar menikmati rasa makanan yang lebih jika mengunyah secara perlahan.

Sumber: http://www.sehat-islami.cm

Tentang orimarrupwt

Seorang IRT yang merintis bisnis kuliner rumahan dan pengobatan alternatif Thibbun Nabawi
Pos ini dipublikasikan di Info Sehat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s