JERAWAT OH JERAWAT

APA ITU JERAWAT

JerawatGambar memang bukan suatu penyakit yang mengerikan sebagaimana penyakit degenerative: kanker, diabetes, dan sebagainya. Namun mendapati satu jerawat di wajah saja mampu menarik perhatian kita. Secara bahasa jerawat berasal darai kata acne vulgaris yang berarti jerawat umum. Diambil dari bahasa Yunani akrne yang artinya titik. Jika dilihat dari gejalanya jerawat memanga menyerupai titik pada kulit kita. Titik pada kulit tersebut bermacam-macam bentuknya: komedo bintik putih, komedo hitam, jerawat biasa, dan jerawat batu (cystic acne).

Jerawat identik berada di wajah, namun sebenarnya jerawat juga dapat ditemui di leher, dada, punggung bahkan kepala. Kulit pada daerah ini memiliki karakteristik yang berbeda yaitu jumlah kelenjar minyaknya lebih banyak. Perbandingannyaa 100:400-500 kelenjar setiap 1 cm persegi kulit. Hal ini berdampak pada jumlah minyak yang menjadi salah satu penyebab utamanya.

PENYEBAB MUNCULNYA JERAWAT

Secara pasti, kedokteran medis belum mengetahui secara jelas penyebab terjadinya jerawat. Diduga, jerawat timbul karena penumpukan minyak akibat sumbatan kelenjar minyak oleh keratin. Jika minyak ini terkena infeksi maka jerawat akan berubah menjadi bisul bernanah. Dari dugaan ini, maka yang banyak menjadi perhatian sebagai sebab jerawat, sebenarnya adalah yang menyebabkan produksi minyak menjadi berlebihan.

Hormon yang memicu peningkatan jumlah produksi minyak oleh kelenjar minyak pada kulit, di antaranya adalah hormon endrogen, testosteron dan progesteron. Pada masa pubertas, sekitar usia 15-23 tahun, produksi hormon endrogen meningkat drastis sehingga kelenjar lemak pada kulit lebih aktif memproduksi palit. Palit merupakan cairan lemah yang berfungsi untuk menjaga permukaan kulit dan rambut menjadi lentur, mengkilap dan tidak tembus oleh air sehingga bakteri jahat tidak dapat masuk melalui pori-pori.

Ketidakseimbangan hormon ini tidak hanya dialami oleh remaja usia 15-23tahun. Ibu-ibu usia 30 tahun yang menggunakan KB dalam bentuk apapun, akan terjadi ketidakseimbangan hormon sebagai efeknya. Sehingga tidak jarang mereka mengalami masalah kulit di wajah seperti jerawat dan flek hitam. Ketidakseimbangan hormon ini juga sering terjadi pada perempuan menjelang dan saat masa haid. Jerawat banyak muncul di saat itu, namun saat haid telah berlalu hilang juga jerawatnya.

Ketegangan emosional yang dialami oleh seseorang sangat mempengaruhi stabilitas imunitas tubuhnya termasuk di dalamnya keseimbangan hormon. Salah satu dampak yanga mungkin terjadi adalah meningkatnya jumlah produksi minyak dalam kulit penyebab jerawat.

Bakteri Propionibacterium acnes merupakan mikroorganisme yang banyak ditemukan berkembang biak pada kelenjar sebaceous yang tersumbat sehingga menyebabkan iritasi di sekitar kulit. Terlebih untuk jerawat yang bernanah jumlah bakteri P acnes jumlahnya lebih banyak dari pada jenis jerawat lainnya.

FAKTOR-FAKTOR PEMICU

Kosmetik merupakan penyebab timbulnya jerawat lainnya. Seperti foundation (alas bedak), moisturizer (pelembab), blushes (pemerah pipi), powder (bedak), bahkan facial wash (pembersih wajah). Namun sebenarnya yang menjadi penyebabnya bukanlah kosmetik tersebut, melainkan zat yang terkandung di dalam kosmetik tersebut. Minyak tambahan, zat pewarna, zat pengharum, dan zat kimia tambahan lainnya akan menyebabkan penyumbatan pada pori-pori, reaksi alergi, iritasi, dan meningkatkan resiko untuk terkena jerawat kosmetik atau acne cosmetic.

Lingkungan yang kurang sehat juga merupakan salah satu pemicu timbulnya jerawat. Secara alami pada iklim tropis dan lembab, kulit cenderung menghasilkan minyak lebih banyak daripada pada iklim lain. Ditambah dengan udara yang banyak terpapar polusi dan sinar matahari akan menyumbat pori-pori kulit. Jika tidak rutin dibersihkan secara maksimal akan memicu timbulnya jerawat.

Keturunan/genetik dapat juga menjadi faktor yang mempengaruhi seseorang memiliki kulit dengan kecenderungan produksi minyak pada kelenjar keringatnya melebihi orang lain pada umumnya. Meski demikian, faktor ini tidak mutlak, sebab dapat diatasi sedini mungkin sesuai dengan penyebab utamanya.

Terdapat beberapa jenis obat kimia yang memiliki efek samping meningkatkan kerja kelenjar keringat pemicu terjadinya jerawat. Terlebih jika obat seperti ini dikonsumsi terus menerus dalam jangka waktu yang cukup panjang. Yang paling terkenal adalah jenis obat yang mengandung kartikosteroid untuk mengatasi masalah kelenjar tiroid.

Sering kita dengar beberapa jenis makanan yang menyebabkan jerawat. Hakikatnya bukan jenis makanannya, melainkan zat tertentu yang terkandung di dalam jenis makanan tersebut yang memicu peningkatan kerja kelenjar minyak. Pengaruh makanan ini berbeda-beda setiap orang. Bisa jadi mengkonsumsi segenggam kacang tidak berpengaruh untuk seseorang, namun bisa jadi lima butir kacang sudah dapat memicu timbulnya jerawat bagi yang lain.

AUTOINTOKSIKASI PEMICU JERAWAT

Berkaitan dengan makanan, ada hal lain yang secara tidak langsung memicu terjadinya jerawat. Usus merupakan tempat transit  (berhentinya) zat sisa makanan dalam tubuh. Pengkonsumsian nutrisi makanan yang tidak seimbang, kekurangan serat dan air serta adanya tekanan perasaan dapat menyebabkan masa transit tersebut berlangsung lebih lama. Selain itu tidak semua zat makanan ada bisa langsung dibuang, sebagiannya menumpuk dan melekat pada dinding usus dalam waktu yang lama.

Penumpukan sisa makanan pada usus menyebabkan terjadinya pembusukan. Proses kimiawi sedemikian rupa, pembusukan tersebut menghasilkan zat berbahaya (toksid) yang sebagiannya masuk lagi ke dalam tubuh melalui pembuluh darah. Toksid tersebut akan bermuara menumpuk pada organ tubuh, termasuk kulit yang merupakan bagian tubuh terluas manusia. Inilah yang disebut autointoksifikasi, tubuh meracuni diri sendiri. jika penumpukan toksid ini tidak dibuang, maka dapat menjadi pemicu terjadinya berbagai penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes, jantung koroner, dan sebagainya. Sementara untuk toksid pada kulit dapat memicu terjadinya jerawat.

Untuk itulah bila ingin kulit dan wajah sehat, bersih cemerlang maka jagalah kesehatan perut kita dengan membiasakan makan makanan banyak serat (buah dan sayuran), minum air mineral minimal 10 gelas sehari, serta hindari makanan olahan dan banyak mengandung pengawet, pewarna, pemanis, dan sebagainya.

MENGATASI JERAWAT

Mencegah lebih baik daripada mengobati, demikian halnya dengan jerawat. Jerawat erat kaitannya dengan kebersihan kulit. Mengatasi jerawat tidak lepas dari kebersihan dan kesehatan kulit pada umumnya. Yaitu membersihkan wajah secara teratur dengan pembersih wajah yang alami dan tepat, menghindari sinar matahari langsung, dan mengkonsumsi gizi seimbang.

Untuk mengatasi jerawat, bukan sekedar mengatasi gejala yang terjadi melainkan mengatasi yang menjadi penyebabnya. Menghilangkan penumpukan toksid yang menyumbat pori-pori pemicu meningkatnya produksi minyak pada kelenjar keringat sangat efektif mengatasi jerawat secara permanen. Metode ini dikenal dengan bekam estetika

Tentang orimarrupwt

Seorang IRT yang merintis bisnis kuliner rumahan dan pengobatan alternatif Thibbun Nabawi
Pos ini dipublikasikan di Info Sehat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s